Langsung ke konten utama

27.Aku Bukanlah Fikiran

Aku Bukanlah Fikiran
Aku juga bukan Inner voice,Self talk


💚Sadar ku, aku bukan lah Fikiran, juga suara bathin,self talk, aku menyadari eksistensi tertinggi dalam diri ku.

💚Frekuensi, Vibrasi mu, jangan kamu habiskan untuk orang lain, tapi sesekali masuk lah kedalam diri mu sendiri, ada suara nurani, inner voice,self talk, serta emosional yang datang.

Lalu, biar kan saja, suara-suara itu, keberadaan diri sejati mu sedang melihat itu.

💚Tak faham,atau belum faham ini lah pengalaman dalam meresapi tulisan, membawa ruang qalbu serta jiwa tuk berkontemplasi sendiri.

Ingin rasa nya bersalaman bersilaturahmi dengan Ruhani diri mu, lembut, menyejukkan, aku menyadari keberadaan diri sejati mu.

Walaupun ini di alam teknologi, dunia bernama bumi, seolah Ruhani ku merasakan alam dari asal muasal penciptaan kita ini, ketika tuhan meniupkan ruh. Seperti emosional-emosional, segala sifat itu belum ada, awal kekosongan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

21.Tauhid Murni

Tauhid Murni Jati Diri murni Tauhid sejati sudah tak ke Rasullullah. Tapi, Rasullullah pasti juga di sebut Dalam syahadat sholat serta sholawat. Tingkatan ini ada di kadar porsi diri kita perindividual.  Jika ingin tahu, tauhid kita murni,dan jernih, bisa di lihat dari cermin benggala hati kita. Allah dan Rasulullah  1 dan 2 1 Allah 2 Allah dan Rasulullah,  seperti makna la Illa ha Illa la, hanya tuhan. Tiada tuhan selain Allah. Cermin nya,jika kita cenderung banyak sholawat, cenderung berat sebelah,dari la Illa ha Illa la. Akan kita rasakan, tauhid kita ada di posisi mana. 💫✅Saya bisa saja banyak bersholawat, yang tahu niat tauhid saya,hanya diri saya. Saya pernah mempertanyakan tauhid saya sendiri, koq bisa begini,koq berat sebelah,jadi di bawa lah la Illa ha Illa la,dengan jujur, serta tawadhu saya menuju tuhan saya. Kadang diri, jujur nya hati kita sendiri,akan kita temukan,diri kita dalam dada menangis ke Allah dan Rasulullah yang arti nya ada dua, kadan...

23. Q & A bagian

T; Bang bahas lagi, perihal Jati Diri J;,Saya bahas ranah ini, suka ceplas-ceplos, misal etika/ atau adab. Kadang kita tak beretika dan beradab pada fikiran,hati, bahkan hati nurani sendiri. Yang tahu itu diri kita sendiri. Contoh nya kamu beradu dan bertengkar dengan fikiranmu,jika kamu miliki adab, sejati nya kamu harus menyayangi universe isi fikiran sendiri, bukan mendzolimi fikiran itu. Lagi,di hati nurani, kadang hati nurani mu menangis tak kamu dengar dan perduli kan,hingga hati nurani kamu offkan, jika ini saja, diri sendiri kamu tak ada etika dan adab,Halah jangan jauh-jauh, bawa quotes, ilmu dulu baru adab/ adab dulu baru ilmu 😅 Itu lah mengapa, jangan menilai seseorang dari satu perspektif. Kadang yang njlimet itu isi fikiran mu,loh. Seperti ekpresi mu melihat saya, sudah saya tegaskan,saya cinta,kasih,sayang, mencintai diri saya sendiri,unconditional love,hingga universe lain baik wisdom, enlightenment dan setara lain nya( Ini penegasan terhadap saya sendiri,tak di akui,ha...