Sesekali masuk lah kedalam diri mu sendiri, ada suara nurani, inner voice,self talk, serta emosional yang datang, seperti baik dan buruk.
Lalu, biar kan saja, suara-suara itu, keberadaan diri sejati mu sedang melihat itu.
Di sini kamu tak perlu menjudge, beradu dengan suara-suara dalam diri.
Biarkan sejenak, ia mengalir.
Dan jangan di ikuti, mau pun di lawan.
Seperti ashaduanla Illa ha Illa la wa ashaduanna Muhammadarrasullullah
Ini lah penyaksian, diri akan menyaksikan, ada takbir, Allah maha besar.
Menyadari menyaksikan, makhluk-makhluk itu sedang menyuarakan, suara-suara nya.
..
Nanti berhala dalam diri, ego palsu akan terlihat jelas.
Setelah penyaksian, akan terjadi iqro dan Tartil, dalam membaca diri, karena sudah jelas, mana yang berhala, mana yang benar mengagungkan kalimat Allah maha besar.
Ada nya keberadaan diri ini, karena ada nya Allah.
Setelah itu, lepaskan sekejap kitab-kitab kuno, lalu belajar iqro dan Tartil pada kitab dalam diri.
..
Mengenal Allah, Awaluddin Makrifatullah,
Agama tuk mengenal Allah, dogma agama hanya di wilayah hati, fikiran-fikiran, kadang ego lembut menutup diri asli, diri sejati.
Percaya atau tidak, nanti, saat gerbang lawang siapa aku, hidayah tuhan datang, ingin memperkenalkan diri-Nya.
Baru akan menyadari ini semua.
Komentar
Posting Komentar