Langsung ke konten utama

Postingan

Featured Post

27.Aku Bukanlah Fikiran

Aku Bukanlah Fikiran Aku juga bukan Inner voice,Self talk 💚Sadar ku, aku bukan lah Fikiran, juga suara bathin,self talk, aku menyadari eksistensi tertinggi dalam diri ku. 💚Frekuensi, Vibrasi mu, jangan kamu habiskan untuk orang lain, tapi sesekali masuk lah kedalam diri mu sendiri, ada suara nurani, inner voice,self talk, serta emosional yang datang. Lalu, biar kan saja, suara-suara itu, keberadaan diri sejati mu sedang melihat itu. 💚Tak faham,atau belum faham ini lah pengalaman dalam meresapi tulisan, membawa ruang qalbu serta jiwa tuk berkontemplasi sendiri. Ingin rasa nya bersalaman bersilaturahmi dengan Ruhani diri mu, lembut, menyejukkan, aku menyadari keberadaan diri sejati mu. Walaupun ini di alam teknologi, dunia bernama bumi, seolah Ruhani ku merasakan alam dari asal muasal penciptaan kita ini, ketika tuhan meniupkan ruh. Seperti emosional-emosional, segala sifat itu belum ada, awal kekosongan.
Postingan terbaru

24.Manajement Emosional

Manajement Emosional  Jati diri palsu vs jati diri Asli. Emosional apapun yang tiba, itu bukan untuk untuk di judge, apalagi timbul frame,label seenaknya. Kadang, yang lihai ngeframe,label, itu dari Ranah fikiran, ada manajement emosional Fikiran. Ada hati, qalbu dst nya. ✅Akar, hingga detail sifat, aneka ragam kebisingan dalam diri sendiri, bukan untuk di label, di frame, di judge. Perdetail nya, seperti suara kepala, dari otak, kadang kita belum berdamai sana diri sendiri. Belum lagi manajement emosional sifat, nafsu, qalbu, hingga susunan atau pelengkap yang ada pada tubuh murni ruh, jati diri asli. Contoh utama, Fikiran bisa membuat frame,label seenaknya. Perdetail, dari inner voice, self talk, dan lain nya. Jika masih di diri palsu, belum mau mengakses aku, jati diri asli. Akan ada details penderitaan, trauma, putus asa, yang ada, untuk pelengkap inti diri sejati. 💚Jika masih mengandalkan diri palsu, efek sampingnya nya, yang menerima beban bernama label,frame penderitaan itu...

23. Q & A bagian

T; Bang bahas lagi, perihal Jati Diri J;,Saya bahas ranah ini, suka ceplas-ceplos, misal etika/ atau adab. Kadang kita tak beretika dan beradab pada fikiran,hati, bahkan hati nurani sendiri. Yang tahu itu diri kita sendiri. Contoh nya kamu beradu dan bertengkar dengan fikiranmu,jika kamu miliki adab, sejati nya kamu harus menyayangi universe isi fikiran sendiri, bukan mendzolimi fikiran itu. Lagi,di hati nurani, kadang hati nurani mu menangis tak kamu dengar dan perduli kan,hingga hati nurani kamu offkan, jika ini saja, diri sendiri kamu tak ada etika dan adab,Halah jangan jauh-jauh, bawa quotes, ilmu dulu baru adab/ adab dulu baru ilmu 😅 Itu lah mengapa, jangan menilai seseorang dari satu perspektif. Kadang yang njlimet itu isi fikiran mu,loh. Seperti ekpresi mu melihat saya, sudah saya tegaskan,saya cinta,kasih,sayang, mencintai diri saya sendiri,unconditional love,hingga universe lain baik wisdom, enlightenment dan setara lain nya( Ini penegasan terhadap saya sendiri,tak di akui,ha...

22.Prosa, Branding ke Allah

Prosa, Branding ke Allah  Siapalah aku, di kitab kehendak langit, sebuah eksistensi keberadaan yang di atur oleh system langit. Siapa lah aku, yang hanya belajar Kitab induk jati diri, di makan rayap waktu ke waktu, Ada mekanisme cara kerja malaikat dan ada pula cara akar program langit mengalir. Aku tahu,kitab induk jati diri ku, aneh dan berbeda. Tapi,tahu kah kamu,menua bersama teman bernama sifat qona'ah,bersama teman akrab cinta dan kasih sayang itu, sangat indah. Lantas,apa lagi yang ingin diri mu cari. Aku ke Allah hanya untuk tuhan ku Aku mendengar tangis di goa bathin ku, pun juga demi tuhan ku. Apa,aku salah Ngebranding ke Allah. Apa,aku salah menggunakan kitab induk jati diri ku. Aku melihat wajah ruh ku,seakan di depan tuhan ku, dengan memelas,  Tuhan ku, inilah aku. Tuhan ku, beginilah lah. Tuhan ku,aku mempertanyakan keadaan ku, aku meridhoi, tangis ku pada-Mu. Ya Allah, ketika aku masuk di cakrawala shaf langit, aku melihat gerbang bertuliskan kekasih mu, allahu...

21.Tauhid Murni

Tauhid Murni Jati Diri murni Tauhid sejati sudah tak ke Rasullullah. Tapi, Rasullullah pasti juga di sebut Dalam syahadat sholat serta sholawat. Tingkatan ini ada di kadar porsi diri kita perindividual.  Jika ingin tahu, tauhid kita murni,dan jernih, bisa di lihat dari cermin benggala hati kita. Allah dan Rasulullah  1 dan 2 1 Allah 2 Allah dan Rasulullah,  seperti makna la Illa ha Illa la, hanya tuhan. Tiada tuhan selain Allah. Cermin nya,jika kita cenderung banyak sholawat, cenderung berat sebelah,dari la Illa ha Illa la. Akan kita rasakan, tauhid kita ada di posisi mana. 💫✅Saya bisa saja banyak bersholawat, yang tahu niat tauhid saya,hanya diri saya. Saya pernah mempertanyakan tauhid saya sendiri, koq bisa begini,koq berat sebelah,jadi di bawa lah la Illa ha Illa la,dengan jujur, serta tawadhu saya menuju tuhan saya. Kadang diri, jujur nya hati kita sendiri,akan kita temukan,diri kita dalam dada menangis ke Allah dan Rasulullah yang arti nya ada dua, kadan...

20.

Sesekali masuk lah kedalam diri mu sendiri, ada suara nurani, inner voice,self talk, serta emosional yang datang, seperti baik dan buruk. Lalu, biar kan saja, suara-suara itu, keberadaan diri sejati mu sedang melihat itu. Di sini kamu tak perlu menjudge, beradu dengan suara-suara dalam diri. Biarkan sejenak, ia mengalir. Dan jangan di ikuti, mau pun di lawan. Seperti ashaduanla Illa ha Illa la wa ashaduanna Muhammadarrasullullah  Ini lah penyaksian, diri akan menyaksikan, ada takbir, Allah maha besar. Menyadari menyaksikan, makhluk-makhluk itu sedang menyuarakan, suara-suara nya. .. Nanti berhala dalam diri, ego palsu akan terlihat jelas.  Setelah penyaksian, akan terjadi iqro dan Tartil, dalam membaca diri, karena sudah jelas, mana yang berhala, mana yang benar mengagungkan kalimat Allah maha besar. Ada nya keberadaan diri ini, karena ada nya Allah. Setelah itu, lepaskan sekejap kitab-kitab kuno, lalu belajar iqro dan Tartil pada kitab dalam diri. .. Mengenal Allah, Awaluddin...

19.

Fikiran kita, kadang suka meremehkan merendahkan diri kita sendiri. Pergi ke mistik, semua itu, seolah hampa, bagaimana cara emosional diri, inner Voice, nurani, hingga self talk sendiri,dan yang ada di anggotanya tubuh, yang membungkus ruh. Entah self talk, fikiran cabul, kotor, fikiran binatang dll Hingga melepaskan baju ego, sisi gelap diri, ruh menguasai diri rumah nya jasadiah. Contoh fikiran kita meremehkan diri nya, atau diri kita Sendiri, seperti self talk, sebuah ucapan, atau makna jari yang menulis di mana pun itu. Hingga merendahkan, bahkan tak beretika pada diri sendiri, kadang diri kita sendiri. Orang lain belum mungkin merendahkan mu, tapi orang pertama itu bisa diri kita sendiri. 💚✅Ada manajemen Emosional seperti wilayah fikiran dan hati, inner voice. Mengelola bagian instrumen dalam diri kita. Baik gelombang jiwa, perasaan, perasaan was-was ,putus asa,kecewa ini masuk ego kegelapan, sadari ini bukanlah diri sejati, hanya sebuah tempelan ini diri palsu. Begitu ala islam...