Aku Bukanlah Fikiran Aku juga bukan Inner voice,Self talk 💚Sadar ku, aku bukan lah Fikiran, juga suara bathin,self talk, aku menyadari eksistensi tertinggi dalam diri ku. 💚Frekuensi, Vibrasi mu, jangan kamu habiskan untuk orang lain, tapi sesekali masuk lah kedalam diri mu sendiri, ada suara nurani, inner voice,self talk, serta emosional yang datang. Lalu, biar kan saja, suara-suara itu, keberadaan diri sejati mu sedang melihat itu. 💚Tak faham,atau belum faham ini lah pengalaman dalam meresapi tulisan, membawa ruang qalbu serta jiwa tuk berkontemplasi sendiri. Ingin rasa nya bersalaman bersilaturahmi dengan Ruhani diri mu, lembut, menyejukkan, aku menyadari keberadaan diri sejati mu. Walaupun ini di alam teknologi, dunia bernama bumi, seolah Ruhani ku merasakan alam dari asal muasal penciptaan kita ini, ketika tuhan meniupkan ruh. Seperti emosional-emosional, segala sifat itu belum ada, awal kekosongan.
Manajement Emosional Jati diri palsu vs jati diri Asli. Emosional apapun yang tiba, itu bukan untuk untuk di judge, apalagi timbul frame,label seenaknya. Kadang, yang lihai ngeframe,label, itu dari Ranah fikiran, ada manajement emosional Fikiran. Ada hati, qalbu dst nya. ✅Akar, hingga detail sifat, aneka ragam kebisingan dalam diri sendiri, bukan untuk di label, di frame, di judge. Perdetail nya, seperti suara kepala, dari otak, kadang kita belum berdamai sana diri sendiri. Belum lagi manajement emosional sifat, nafsu, qalbu, hingga susunan atau pelengkap yang ada pada tubuh murni ruh, jati diri asli. Contoh utama, Fikiran bisa membuat frame,label seenaknya. Perdetail, dari inner voice, self talk, dan lain nya. Jika masih di diri palsu, belum mau mengakses aku, jati diri asli. Akan ada details penderitaan, trauma, putus asa, yang ada, untuk pelengkap inti diri sejati. 💚Jika masih mengandalkan diri palsu, efek sampingnya nya, yang menerima beban bernama label,frame penderitaan itu...