Langsung ke konten utama

06.Branding ke Allah bagian 1

Branding ke Allah 
Branding ke Allah, sadar Allah, selalu ke Allah.
Seperti tulisan saya, yang aneh, bagi belom faham.
Atau seperti kitab buku Sabda Qalbu yang saya tuliskan.

Self branding, personal branding, branding ke Allah, citra diri ke Allah dll.

Ke Allah urusan hati, misteri hati sendiri.
Jujur,polos ke Allah baik itu Citra diri ke Allah, baik mendengar diri sendiri menangis ke Allah dsb nya.

Ranah nurani 
Ranah jati diri murni


.
.
Ranah fikiran hanya bagian jati diri itu sendiri, baik hati dll. Apa diri mu terjebak di ranah fikiran? Membandingkan, self talk negatif, dan self talk lain nya. Di ranah ini juga ada frame dan label.

Saya boleh bilang saya manis, imut ganteng, ini lah frame,label. Tapi, ke Allah, branding ke Allah, itu nilai intelektual kekayaan hati saya.

Frame Fikiranmu membaca saya manis dan ganteng. Walaupun saya jujur,ada nilai-nilai lain yang saya bawa, Self love tuk saya, Branding ke Allah juga. Saya tak menjebak mu, bahwa saya ini ganteng.

Tapi,saya self love total menghargai, hingga cara saya berterima pada Tuhan saya, yakni dengan memuji saya sebagai ciptaan tuhan saya, bermakrifatullah.

Jadi,saat diri mu, ngeframe ucapan,baik self talk ngawur di ranah fikiran, suka membanding-bandingkan, menganggap diri jelek, tak berguna,arti nya lembut, cara berterima kasih mu,cara menghargai tuhan mu, syukur mu, self love mu, belum totalitas karena Allah.


Branding ke Allah, tuk saya juga, citra diri ke Allah tuk saya, bahkan cara saya berterima kasih dan bersyukur tuk saya juga manfaat nya.

Perlukah branding ke Allah.
Ada ranah nurani, tanyakan 5 kali berturut-turut,karena ini juga ada ranah Keilmuan nya tersendiri.

yuk bersyukur 😊
Jika energi ini sampai pada mu,ini di sebut transfer energi. Sesekali puji lah diri mu, misteri hati itu tau,ada riak/ sombong lembut, diri mu yang tau.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

27.Aku Bukanlah Fikiran

Aku Bukanlah Fikiran Aku juga bukan Inner voice,Self talk 💚Sadar ku, aku bukan lah Fikiran, juga suara bathin,self talk, aku menyadari eksistensi tertinggi dalam diri ku. 💚Frekuensi, Vibrasi mu, jangan kamu habiskan untuk orang lain, tapi sesekali masuk lah kedalam diri mu sendiri, ada suara nurani, inner voice,self talk, serta emosional yang datang. Lalu, biar kan saja, suara-suara itu, keberadaan diri sejati mu sedang melihat itu. 💚Tak faham,atau belum faham ini lah pengalaman dalam meresapi tulisan, membawa ruang qalbu serta jiwa tuk berkontemplasi sendiri. Ingin rasa nya bersalaman bersilaturahmi dengan Ruhani diri mu, lembut, menyejukkan, aku menyadari keberadaan diri sejati mu. Walaupun ini di alam teknologi, dunia bernama bumi, seolah Ruhani ku merasakan alam dari asal muasal penciptaan kita ini, ketika tuhan meniupkan ruh. Seperti emosional-emosional, segala sifat itu belum ada, awal kekosongan.

21.Tauhid Murni

Tauhid Murni Jati Diri murni Tauhid sejati sudah tak ke Rasullullah. Tapi, Rasullullah pasti juga di sebut Dalam syahadat sholat serta sholawat. Tingkatan ini ada di kadar porsi diri kita perindividual.  Jika ingin tahu, tauhid kita murni,dan jernih, bisa di lihat dari cermin benggala hati kita. Allah dan Rasulullah  1 dan 2 1 Allah 2 Allah dan Rasulullah,  seperti makna la Illa ha Illa la, hanya tuhan. Tiada tuhan selain Allah. Cermin nya,jika kita cenderung banyak sholawat, cenderung berat sebelah,dari la Illa ha Illa la. Akan kita rasakan, tauhid kita ada di posisi mana. 💫✅Saya bisa saja banyak bersholawat, yang tahu niat tauhid saya,hanya diri saya. Saya pernah mempertanyakan tauhid saya sendiri, koq bisa begini,koq berat sebelah,jadi di bawa lah la Illa ha Illa la,dengan jujur, serta tawadhu saya menuju tuhan saya. Kadang diri, jujur nya hati kita sendiri,akan kita temukan,diri kita dalam dada menangis ke Allah dan Rasulullah yang arti nya ada dua, kadan...

23. Q & A bagian

T; Bang bahas lagi, perihal Jati Diri J;,Saya bahas ranah ini, suka ceplas-ceplos, misal etika/ atau adab. Kadang kita tak beretika dan beradab pada fikiran,hati, bahkan hati nurani sendiri. Yang tahu itu diri kita sendiri. Contoh nya kamu beradu dan bertengkar dengan fikiranmu,jika kamu miliki adab, sejati nya kamu harus menyayangi universe isi fikiran sendiri, bukan mendzolimi fikiran itu. Lagi,di hati nurani, kadang hati nurani mu menangis tak kamu dengar dan perduli kan,hingga hati nurani kamu offkan, jika ini saja, diri sendiri kamu tak ada etika dan adab,Halah jangan jauh-jauh, bawa quotes, ilmu dulu baru adab/ adab dulu baru ilmu 😅 Itu lah mengapa, jangan menilai seseorang dari satu perspektif. Kadang yang njlimet itu isi fikiran mu,loh. Seperti ekpresi mu melihat saya, sudah saya tegaskan,saya cinta,kasih,sayang, mencintai diri saya sendiri,unconditional love,hingga universe lain baik wisdom, enlightenment dan setara lain nya( Ini penegasan terhadap saya sendiri,tak di akui,ha...