Branding ke Allah
Branding ke Allah, sadar Allah, selalu ke Allah.
Seperti tulisan saya, yang aneh, bagi belom faham.
Atau seperti kitab buku Sabda Qalbu yang saya tuliskan.
Self branding, personal branding, branding ke Allah, citra diri ke Allah dll.
Ke Allah urusan hati, misteri hati sendiri.
Jujur,polos ke Allah baik itu Citra diri ke Allah, baik mendengar diri sendiri menangis ke Allah dsb nya.
Ranah nurani
Ranah jati diri murni
.
.
Ranah fikiran hanya bagian jati diri itu sendiri, baik hati dll. Apa diri mu terjebak di ranah fikiran? Membandingkan, self talk negatif, dan self talk lain nya. Di ranah ini juga ada frame dan label.
Saya boleh bilang saya manis, imut ganteng, ini lah frame,label. Tapi, ke Allah, branding ke Allah, itu nilai intelektual kekayaan hati saya.
Frame Fikiranmu membaca saya manis dan ganteng. Walaupun saya jujur,ada nilai-nilai lain yang saya bawa, Self love tuk saya, Branding ke Allah juga. Saya tak menjebak mu, bahwa saya ini ganteng.
Tapi,saya self love total menghargai, hingga cara saya berterima pada Tuhan saya, yakni dengan memuji saya sebagai ciptaan tuhan saya, bermakrifatullah.
Jadi,saat diri mu, ngeframe ucapan,baik self talk ngawur di ranah fikiran, suka membanding-bandingkan, menganggap diri jelek, tak berguna,arti nya lembut, cara berterima kasih mu,cara menghargai tuhan mu, syukur mu, self love mu, belum totalitas karena Allah.
Branding ke Allah, tuk saya juga, citra diri ke Allah tuk saya, bahkan cara saya berterima kasih dan bersyukur tuk saya juga manfaat nya.
Perlukah branding ke Allah.
Ada ranah nurani, tanyakan 5 kali berturut-turut,karena ini juga ada ranah Keilmuan nya tersendiri.
yuk bersyukur 😊
Jika energi ini sampai pada mu,ini di sebut transfer energi. Sesekali puji lah diri mu, misteri hati itu tau,ada riak/ sombong lembut, diri mu yang tau.
Komentar
Posting Komentar