Struktur Jati Diri
Lauhul mahfudz
Mencetak Jati Diri
Bagaimana,jika saya sebelum jadi benih, di alam roh.swbelum ruh di tiupkan.
Pada 100,50 tahun saya belum lahir, ternyata jati diri saya sudah di cetak, mengikuti Lauhul mahfudz, arti nya sebelum saya ada, dan kini ada, saya sudah di bentuk,di bicarakan dari angin segar bumi,gaya bicara dari hembusan angin bumi.
Atau kita semua di program oleh dialek,atau dialog dari masa lalu,lalu jadi lah diri kita, terbentuk atau tercipta lah jati diri kita.
Saya berfikir seperti ini karena saya menjalani universe pesantren,atau alam santri.
Yang di mana di bahas, seperti di alam Malaqut,alam ruh dsb nya.
Entah di gerbang shaf langit bertuliskan sholawat nabi, singggasan arsy tuhan,hingga perjalanan sholat yang sekarang jadi 5 waktu.
Seperti rahasia Malaqut laduni, Laduni, kitab jati diri, Musyahadah, mukasyafah bashiroh dsb nya juga.
Hati tertuju pada shaf langit,pada Lauhul Mahfud,ketikan di kitab langit,hati berdzikir sendiri, melihat diri manusia ada esensi tuhan itu sendiri.
Lalu, ketika saya menjadi santri, apakah program kehendak langit berubah? Atau jadi nya jati diri saya sendiri.
Kesadaran, ketika kesadaran saya keluar dari bumi, saya melihat diri saya menulis tulisan ini.
Kesadaran saya, melihat Lauhul mahfudz, atau kitab langit. Di setiap nafas kehidupan saya.
Saya melihat struktur Jati diri saya dari alam penciptaan, (sebelum ada )mungkin juga saya melihat desain struktur Jati diri mu.
Arti nya jika susunan atau tatanan jati diri kita beda, makhluk-makhluk fikiran, perasaan dalam diri mu bisa bertolak belakang dengan saya.
Ah, entah apa yang saya celoteh kan😅
Komentar
Posting Komentar