Langsung ke konten utama

09.Branding ke Allah

Branding ke Allah
Tauhid Murni & Jati Diri

๐Ÿ’š; Sudah ya Khoiry,jangan menangis terus pada tuhan mu.

Ketika kawan-kawan melihat menggunakan perspektif kacamata arogansi diri pada ranah anatomi diri kita ,yakni ranah hati,dari kaca benggala qalbu perindividual.

Sebenarnya yang berucap itu,hanya bagian-bagian dari jati diri, mau bilang sombong atau semacamnya.

Ketika kawan-kawan, melihat tulisan atau video saya berbicara alam illahiah, ketuhanan, itu adalah Branding terkuat saya yang pernah ada.

Karena, jika selain Allah,kira-kira anomali apa yang paling melebihi ini, mungkin tak ada, yang maha kaya,maha sempurna maha bijaksana dan deretan Asmaul Husna, Dia lah yang maha sempurna.Ya, walaupun hanya sekedar Branding ke Allah.

Bagi belum tahu Keilmuan nya,ranah nya, tingkatan nya, berbicara seperti ini, seperti saya, apalagi ke Allah terus,atau alam ilahiah, atau sekedar seperti anak kecil merengek menangis terus ke Allah, terkesan alai, atau apa sih guna nya, atau manfaat nya.

Emosional-emosional spiritual saya yang seperti anak kecil,merengek di hadapan tuhan. Kadang tidur, seakan sukma dan jiwa saya menangis, ketika lelap dari tidur menyebut nama Allah, Allah,Allah.


✅Tauhid sejati sudah tak ke Rasullullah. Tapi, Rasullullah pasti juga di sebut Dalam syahadat sholat serta sholawat.

Tingkatan ini ada di kadar porsi diri kita perindividual. 
Jika ingin tahu, tauhid kita murni,dan jernih, bisa di lihat dari cermin benggala hati kita.

Allah dan Rasulullah 
1 dan 2

1 Allah
2 Allah dan Rasulullah, 
seperti makna la Illa ha Illa la, hanya tuhan. Tiada tuhan selain Allah.

Cermin nya,jika kita cenderung banyak sholawat, cenderung berat sebelah,dari la Illa ha Illa la.
Akan kita rasakan, tauhid kita ada di posisi mana.

๐Ÿ’ซ✅Saya bisa saja banyak bersholawat, yang tahu niat tauhid saya,hanya diri saya.

Saya pernah mempertanyakan tauhid saya sendiri, koq bisa begini,koq berat sebelah,jadi di bawa lah la Illa ha Illa la,dengan jujur, serta tawadhu saya menuju tuhan saya,
Branding ke Allah.

Kadang, jujur nya hati kita sendiri,akan kita temukan,diri kita dalam dada menangis ke Allah dan Rasulullah yang arti nya ada dua, kadang suatu keadaan pasti kita temukan juga dalam dada kita hanya menangis sudah ,Allah,Allah dan Allah,tapi di ranah qalbu yang bershaf, miliki lapisan itu, minta maaf dengan dalam dengan Rasullullah. Karena hanya Allah.

Perjalanan diri membawa dan membentuk karakter jati diri perindividual/ diri kita masing-masing di masa tua,masa akan datang. 

Tugas jati diri murni saya,/ jika kamu sudah faham jati diri,kita tak ada Haq menjudge, mengkomentari bahkan koar sana sini. Jika ada ucapan bibir bilang sombong, iri halus,itu hanya bagian bagian jati diri murni.

✅Ada personal branding pada manusia, ada branding ke Allah, ada Citra diri ke Allah.
Ke Allah, saya branding ke Allah. Boleh di copypaste atau di tiru.

๐Ÿ˜… kalau ada galau atau bahasa cinta anak muda dua sejoli masa kini istilah lain nya, itu biasa nya di ranah bagian-bagian jati diri murni, ya kadang emosional-emosional bisa begitu, nikmati saja. Ada masa nya ke ranah jati diri, Emosional-emosional sudah stabil,lawang spiritual terbuka, perlu di bentuk dan ciptakan jati diri itu sendiri.

Seperti nya ini belum saya tuliskan.
Dari tulisan ini, kawan-kawan, jiwa nya fikiran,serta fikiran, itu akan berfikir ulang, karena ada dunia baru yang di kenal nya.
Fikiran yang belum menjamah,atau sama sekali belum pernah di isi,hal baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

27.Aku Bukanlah Fikiran

Aku Bukanlah Fikiran Aku juga bukan Inner voice,Self talk ๐Ÿ’šSadar ku, aku bukan lah Fikiran, juga suara bathin,self talk, aku menyadari eksistensi tertinggi dalam diri ku. ๐Ÿ’šFrekuensi, Vibrasi mu, jangan kamu habiskan untuk orang lain, tapi sesekali masuk lah kedalam diri mu sendiri, ada suara nurani, inner voice,self talk, serta emosional yang datang. Lalu, biar kan saja, suara-suara itu, keberadaan diri sejati mu sedang melihat itu. ๐Ÿ’šTak faham,atau belum faham ini lah pengalaman dalam meresapi tulisan, membawa ruang qalbu serta jiwa tuk berkontemplasi sendiri. Ingin rasa nya bersalaman bersilaturahmi dengan Ruhani diri mu, lembut, menyejukkan, aku menyadari keberadaan diri sejati mu. Walaupun ini di alam teknologi, dunia bernama bumi, seolah Ruhani ku merasakan alam dari asal muasal penciptaan kita ini, ketika tuhan meniupkan ruh. Seperti emosional-emosional, segala sifat itu belum ada, awal kekosongan.

21.Tauhid Murni

Tauhid Murni Jati Diri murni Tauhid sejati sudah tak ke Rasullullah. Tapi, Rasullullah pasti juga di sebut Dalam syahadat sholat serta sholawat. Tingkatan ini ada di kadar porsi diri kita perindividual.  Jika ingin tahu, tauhid kita murni,dan jernih, bisa di lihat dari cermin benggala hati kita. Allah dan Rasulullah  1 dan 2 1 Allah 2 Allah dan Rasulullah,  seperti makna la Illa ha Illa la, hanya tuhan. Tiada tuhan selain Allah. Cermin nya,jika kita cenderung banyak sholawat, cenderung berat sebelah,dari la Illa ha Illa la. Akan kita rasakan, tauhid kita ada di posisi mana. ๐Ÿ’ซ✅Saya bisa saja banyak bersholawat, yang tahu niat tauhid saya,hanya diri saya. Saya pernah mempertanyakan tauhid saya sendiri, koq bisa begini,koq berat sebelah,jadi di bawa lah la Illa ha Illa la,dengan jujur, serta tawadhu saya menuju tuhan saya. Kadang diri, jujur nya hati kita sendiri,akan kita temukan,diri kita dalam dada menangis ke Allah dan Rasulullah yang arti nya ada dua, kadan...

23. Q & A bagian

T; Bang bahas lagi, perihal Jati Diri J;,Saya bahas ranah ini, suka ceplas-ceplos, misal etika/ atau adab. Kadang kita tak beretika dan beradab pada fikiran,hati, bahkan hati nurani sendiri. Yang tahu itu diri kita sendiri. Contoh nya kamu beradu dan bertengkar dengan fikiranmu,jika kamu miliki adab, sejati nya kamu harus menyayangi universe isi fikiran sendiri, bukan mendzolimi fikiran itu. Lagi,di hati nurani, kadang hati nurani mu menangis tak kamu dengar dan perduli kan,hingga hati nurani kamu offkan, jika ini saja, diri sendiri kamu tak ada etika dan adab,Halah jangan jauh-jauh, bawa quotes, ilmu dulu baru adab/ adab dulu baru ilmu ๐Ÿ˜… Itu lah mengapa, jangan menilai seseorang dari satu perspektif. Kadang yang njlimet itu isi fikiran mu,loh. Seperti ekpresi mu melihat saya, sudah saya tegaskan,saya cinta,kasih,sayang, mencintai diri saya sendiri,unconditional love,hingga universe lain baik wisdom, enlightenment dan setara lain nya( Ini penegasan terhadap saya sendiri,tak di akui,ha...