Branding ke Allah
Tauhid Murni & Jati Diri
๐; Sudah ya Khoiry,jangan menangis terus pada tuhan mu.
Ketika kawan-kawan melihat menggunakan perspektif kacamata arogansi diri pada ranah anatomi diri kita ,yakni ranah hati,dari kaca benggala qalbu perindividual.
Sebenarnya yang berucap itu,hanya bagian-bagian dari jati diri, mau bilang sombong atau semacamnya.
Ketika kawan-kawan, melihat tulisan atau video saya berbicara alam illahiah, ketuhanan, itu adalah Branding terkuat saya yang pernah ada.
Karena, jika selain Allah,kira-kira anomali apa yang paling melebihi ini, mungkin tak ada, yang maha kaya,maha sempurna maha bijaksana dan deretan Asmaul Husna, Dia lah yang maha sempurna.Ya, walaupun hanya sekedar Branding ke Allah.
Bagi belum tahu Keilmuan nya,ranah nya, tingkatan nya, berbicara seperti ini, seperti saya, apalagi ke Allah terus,atau alam ilahiah, atau sekedar seperti anak kecil merengek menangis terus ke Allah, terkesan alai, atau apa sih guna nya, atau manfaat nya.
Emosional-emosional spiritual saya yang seperti anak kecil,merengek di hadapan tuhan. Kadang tidur, seakan sukma dan jiwa saya menangis, ketika lelap dari tidur menyebut nama Allah, Allah,Allah.
✅Tauhid sejati sudah tak ke Rasullullah. Tapi, Rasullullah pasti juga di sebut Dalam syahadat sholat serta sholawat.
Tingkatan ini ada di kadar porsi diri kita perindividual.
Jika ingin tahu, tauhid kita murni,dan jernih, bisa di lihat dari cermin benggala hati kita.
Allah dan Rasulullah
1 dan 2
1 Allah
2 Allah dan Rasulullah,
seperti makna la Illa ha Illa la, hanya tuhan. Tiada tuhan selain Allah.
Cermin nya,jika kita cenderung banyak sholawat, cenderung berat sebelah,dari la Illa ha Illa la.
Akan kita rasakan, tauhid kita ada di posisi mana.
๐ซ✅Saya bisa saja banyak bersholawat, yang tahu niat tauhid saya,hanya diri saya.
Saya pernah mempertanyakan tauhid saya sendiri, koq bisa begini,koq berat sebelah,jadi di bawa lah la Illa ha Illa la,dengan jujur, serta tawadhu saya menuju tuhan saya,
Branding ke Allah.
Kadang, jujur nya hati kita sendiri,akan kita temukan,diri kita dalam dada menangis ke Allah dan Rasulullah yang arti nya ada dua, kadang suatu keadaan pasti kita temukan juga dalam dada kita hanya menangis sudah ,Allah,Allah dan Allah,tapi di ranah qalbu yang bershaf, miliki lapisan itu, minta maaf dengan dalam dengan Rasullullah. Karena hanya Allah.
Perjalanan diri membawa dan membentuk karakter jati diri perindividual/ diri kita masing-masing di masa tua,masa akan datang.
Tugas jati diri murni saya,/ jika kamu sudah faham jati diri,kita tak ada Haq menjudge, mengkomentari bahkan koar sana sini. Jika ada ucapan bibir bilang sombong, iri halus,itu hanya bagian bagian jati diri murni.
✅Ada personal branding pada manusia, ada branding ke Allah, ada Citra diri ke Allah.
Ke Allah, saya branding ke Allah. Boleh di copypaste atau di tiru.
๐
kalau ada galau atau bahasa cinta anak muda dua sejoli masa kini istilah lain nya, itu biasa nya di ranah bagian-bagian jati diri murni, ya kadang emosional-emosional bisa begitu, nikmati saja. Ada masa nya ke ranah jati diri, Emosional-emosional sudah stabil,lawang spiritual terbuka, perlu di bentuk dan ciptakan jati diri itu sendiri.
Seperti nya ini belum saya tuliskan.
Dari tulisan ini, kawan-kawan, jiwa nya fikiran,serta fikiran, itu akan berfikir ulang, karena ada dunia baru yang di kenal nya.
Fikiran yang belum menjamah,atau sama sekali belum pernah di isi,hal baru.
Komentar
Posting Komentar