Langsung ke konten utama

17.Program dari Lauhul Mahfudz

Program dari Lauhul Mahfudz
Perspektif Wahdatul Wujud

Kawanku, Kadang ada program atau sugesti angin segar bumi, tiupan lembut berbisik, agar saling membenci, saling beradu di ring bumi.

Angin segar itu berupa udara, bias dari mulut ke mulut, tercipta lah sebuah benih, misal saya di Wahdatul Wujud, angin segar ini tak mempengaruhi saya, saya juga tak perduli itu.

Benih ini tertanam dalam diri kita bernama manusia, jika ada yang angin segar ini, menunjukkan saya orang ini dan itu, orang tak benar, maka benih ini akan menyatu dalam program diri mu.


✅💚 Itu lah mengapa, dalam universe saya, program saya bernama, cinta murni, cinta tanpa syarat, seperti ala islami Nur bismillahirrahmanirrahim itu sendiri, dunia mengenal ada Wahdatul Wujud, ada juga manunggal Kawulo Gusti, dan batasan diri saya hanya makhluk bernama manusia.

Saya juga, melihat nur ruh, muasal diri, penglihatan saya hanya cinta, kasih, sayang dalam diri setiap makhluk, lintas universe agama yang telah ada.



🌃✅ Banyak pengalaman luar biasa dari mistik jati diri, tapi apakah mampu di cerna, di terjemahkan mau pun di tafsirkan, oleh sesama, itu pun saya tak tahu pasti.

Karena saya bisa salah, di perspektif dimensi yang berbeda. Contoh sederhana, saya memuji diri saya sendiri. Padahal saya hanya memuji kebesaran Tuhan,ada pada tubuh jasad saya sendiri, hingga memuji diri mu cantik maupun ganteng, fokus inti saya ke tuhan, juga termasuk cara saya menghargai tuhan saya, cara saya berterima kasih nun yang paling dalam, cara saya beretika pada Allah. 

Lalu, bagaimana, jika saya memuji diri mu, saya diam-diam nurani,hati, kesadaran,bertasbih menyebut nama Allah. Siapa yang tahu,juga siapa yang menduga. Masih terlihat salah kah, diri saya ini. Dari perspektif dimensi lain lagi.


🌃✅
Sejauh ini, benarkah kita sudah menghargai tuhan.
Benarkah kita sudah beretika pada tuhan.
Benarkah selama ini kita sudah berterima kasih pada Tuhan.

Benarkah benih program yang berhembus di angin bumi itu masuk ke kita, memang sudah benar, baik itu benih program kejahatan, seperti saling benci, padahal asli nya, original akar dari alam dimensi Lauhul Mahfudz tidak lah begitu.

Tapi jika itu hanya, permainan dimensi dari alam syetan, ad dhukon, lalu bagaimana, menurut mu.


..
Banyak hal yang belum sampai di ranah jiwa, dan ranah hati kita, tuk menafsirkan dan menterjemahkan seseorang. Jika alam ranah seseorang dimensi nya berbeda dengan kita, bisa jadi selama ini kita lah yang salah.

Kadang, orang lain mengenal diri nya atau alami puncak bermakrifatullah, hingga puncak beragama, kita masih sibuk mengenal orang lain, sibuk beradu di ranah fikiran, hingga masih beradu di ranah self talk, inner voice.

Faktanya, diri kita memang masih belum berdamai sama diri sendiri, belum self love. 
Memanajement emosional kadang, malah ribet.

🌃✅
Ad-dhukon, itu variasi, bahasanya indah dari Alquran, yang terkena itu angin segar yang berkabut, kabut itu, bisa apa yang saya sebutkan di atas, untuk itu ada istilah atau solusi nya seperti Takziyatun Nafs, Dzikir, Kontemplasi dll, sadar sesadar nya diri, untuk menyucikan kabut yang melanda rongga dada. 

Kabut awan hitam, noda-noda hitam yang melanda hati,qalbu, inti hati, iri, ego gelap, nafsu gelap hingga lain nya, dengki, hasud, ini lah ad-dhukon, kegelapan yang merayap di langit hati.


💚 Bahasa zaman kini, di sebut dogma, manusia lain mempengaruhi fikiran kita sendiri, agar saling membenci, benci ini awan hitam, benih ini tertanam di jasad, kita di gerakkan oleh program benih ini, adu domba, di ring bumi.

Seumpama dari kitab langit, saya sebenarnya di kambing hitamkam, di buat bersalah, padahal saya tak ada salah. Saya kembali ke inti diri saya, ke akar kitab alam semesta, ini hanya misal.

Wahdatul Wujud, manunggal Kawulo Gusti itu menang ekstrim, berbeda dimension dari yang lain.

Seumpama lagi, mau orang lain ngeframe diri mu buruk, di depan saya, saya menggunakan perspektif dimensi yang tinggi, dari perspektif inti diri, dll nya.

Program awal saya adalah kesucian ruh, kembali ke jati diri saya. Inilah pengalaman di alam bumi, ada program benih alam semesta di kitab langit, Lauhul Mahfudz. Cari akar nya langsung ke sana hanya dengan kesadaran tertinggi, seperti higher Self, untuk tersambung koneksi ke alam atas.

💚Solusi nya, sadari diri kita ini( yang paling sadar) , jika dogma, bisikan angin lembut bumi, yang di kenal ad dhukon Merajai hati kita, ingat lah tuhan, yakni kembali ke jati diri, bila perlu menangis ke Allah, ( kalau saya sering menangis ke tuhan, mau di bilang aneh, alai, itu untuk saya sendiri, bukan untuk orang lain juga.

Maka insyaallah, program lama yang tertanam di hati, bisa di angkat, yakni keluar.
Lalu, masuk lah program baru.( Contoh nya saya bisa menulis, begini ( program saya dulu acak,ada program trauma serta luka bathin Ekstrim). Sekarang saya juga beralih di program Jati diri saya. Program ini juga sambung ke kitab alam semesta atau kitab langit juga.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

27.Aku Bukanlah Fikiran

Aku Bukanlah Fikiran Aku juga bukan Inner voice,Self talk 💚Sadar ku, aku bukan lah Fikiran, juga suara bathin,self talk, aku menyadari eksistensi tertinggi dalam diri ku. 💚Frekuensi, Vibrasi mu, jangan kamu habiskan untuk orang lain, tapi sesekali masuk lah kedalam diri mu sendiri, ada suara nurani, inner voice,self talk, serta emosional yang datang. Lalu, biar kan saja, suara-suara itu, keberadaan diri sejati mu sedang melihat itu. 💚Tak faham,atau belum faham ini lah pengalaman dalam meresapi tulisan, membawa ruang qalbu serta jiwa tuk berkontemplasi sendiri. Ingin rasa nya bersalaman bersilaturahmi dengan Ruhani diri mu, lembut, menyejukkan, aku menyadari keberadaan diri sejati mu. Walaupun ini di alam teknologi, dunia bernama bumi, seolah Ruhani ku merasakan alam dari asal muasal penciptaan kita ini, ketika tuhan meniupkan ruh. Seperti emosional-emosional, segala sifat itu belum ada, awal kekosongan.

21.Tauhid Murni

Tauhid Murni Jati Diri murni Tauhid sejati sudah tak ke Rasullullah. Tapi, Rasullullah pasti juga di sebut Dalam syahadat sholat serta sholawat. Tingkatan ini ada di kadar porsi diri kita perindividual.  Jika ingin tahu, tauhid kita murni,dan jernih, bisa di lihat dari cermin benggala hati kita. Allah dan Rasulullah  1 dan 2 1 Allah 2 Allah dan Rasulullah,  seperti makna la Illa ha Illa la, hanya tuhan. Tiada tuhan selain Allah. Cermin nya,jika kita cenderung banyak sholawat, cenderung berat sebelah,dari la Illa ha Illa la. Akan kita rasakan, tauhid kita ada di posisi mana. 💫✅Saya bisa saja banyak bersholawat, yang tahu niat tauhid saya,hanya diri saya. Saya pernah mempertanyakan tauhid saya sendiri, koq bisa begini,koq berat sebelah,jadi di bawa lah la Illa ha Illa la,dengan jujur, serta tawadhu saya menuju tuhan saya. Kadang diri, jujur nya hati kita sendiri,akan kita temukan,diri kita dalam dada menangis ke Allah dan Rasulullah yang arti nya ada dua, kadan...

23. Q & A bagian

T; Bang bahas lagi, perihal Jati Diri J;,Saya bahas ranah ini, suka ceplas-ceplos, misal etika/ atau adab. Kadang kita tak beretika dan beradab pada fikiran,hati, bahkan hati nurani sendiri. Yang tahu itu diri kita sendiri. Contoh nya kamu beradu dan bertengkar dengan fikiranmu,jika kamu miliki adab, sejati nya kamu harus menyayangi universe isi fikiran sendiri, bukan mendzolimi fikiran itu. Lagi,di hati nurani, kadang hati nurani mu menangis tak kamu dengar dan perduli kan,hingga hati nurani kamu offkan, jika ini saja, diri sendiri kamu tak ada etika dan adab,Halah jangan jauh-jauh, bawa quotes, ilmu dulu baru adab/ adab dulu baru ilmu 😅 Itu lah mengapa, jangan menilai seseorang dari satu perspektif. Kadang yang njlimet itu isi fikiran mu,loh. Seperti ekpresi mu melihat saya, sudah saya tegaskan,saya cinta,kasih,sayang, mencintai diri saya sendiri,unconditional love,hingga universe lain baik wisdom, enlightenment dan setara lain nya( Ini penegasan terhadap saya sendiri,tak di akui,ha...